PANCA TANTRA
oleh : pandit wishnu sharma
KISAH INDUK
Dahulu kala di selatan India ada sebuah kerajaan dengan ibu kota bernama Mahilopyam. rajanya bernama Amharsakti, dikenal sangat terpelajar dan berbakat dalam berbagai keterampilan dan kesenian.
Baginda dikaruniai tiga orang putera bernama Babushakti, Ugrashakti, dan Anantashakti. sayangnya berbeda dengan baginda, ketiganya amat bodoh dan tak berminat belajar. Baginda gundah sekalimemikirkan hal ini, hingga suatu hari mengumpulkan menteri-menterinya lalu berkata, "Saudara-saudara, kalian sudah mengetahui betapa bodohnya putra-putraku. Tak satupun yang mereka pahami. Melihat ulah mereka, aku tak bisa menikmati kerajaan ini. seperti kata orang :
anak-anak yang belum lahir, anak yang sudah mati dan anak yang bodoh, dua yang pertama lebih baik, karena hanya menyebabkan kesedihan satu kali, Tetapi anak anak yang bodoh adalah siksaan hati sampai akhir hayat.
apa manfaat seekor sapi yang tidak memberi anak maupun susu?. dan apa manfaat anak laki-laki, yang tidak bijak dan berbakti?"
oleh karena itu katakan kepadaku bagaimana caranya agar putra-putraku dapat memperoleh pencerahan," lanjut baginda. Salah seorang menterinya menjawab, "Yang Mulia!, diperlukan waktu dua belas tahun hanya untuk mempelajari tata bahasa. ilmu pengetahuan lainnya yang diperlukan seperti agama, ekonomi, seksiologi, begitu luas. Sehingga pastimemerlukan waktu lebih lagi untuk menguasainya, hanya dengan cara itu kecerdasan dapat berkembang."
tetapi seorang menyeri bernama Sumati berkata, "Hidup kita tidak kekal sedangkan waktu untuk menguasai segenap pengetahuan itu terentang tak ada batasnya. Hamba pikir kita harus mencari cara yang lebih singkat untuk mengajarkan pengetahuan yang memadai bagi para pangeran. Saya mengenal seorang brahmin bernama Vishnu Sharma yang sangat ahli dan menguasai semua ilmu pengetahuan. Penghargaan dari para muridnya tidak terbilang lagi. Jadi jika baginda berkenan, hamba menganjurkan agar putra putra baginda diserahkan saja kepada beliau. Ia pasti akan mengajar putra pangeran dengan baik."
menyetujui nasehat sumati, raja mengundang Vhisnu Sharma ke istana dengan berkata kepadanya , "Begavan, tolong ajarkanlah kepada putra-putraku nitisastra dalam waktu yang singkat dan aku akan berterimakasih kepada anda. Aku akan menghadiahkan kepada anda seratus kampung tanpa perlu membayar pajak pada pemerintah."
"Yang mulia , mohon dengarkan perkataan saya. percayalah, hamba akan mengutarakan kebenaran. Hamba tak ingin menjual kepandaian saya karena ketamakan kepada uang. Jika putra-putra baginda belum memahami nitisatra dalam waktu enam bulan, hamba siap mempertaruhkan nama baik saya. Peganglah kata-kata hamba ini. Sungguh hamba tak menginginkan kekayaan. Usia hamba hampir 80 tahun dan sepanjang usia ini hamba sudah mendapatkan apa yang hamba dambakan. Jika baginda menghendaki, catatlah tanggal hari ini. Kalau hamba belum berhasilmengajarkan nitisastra selama enam bulan kepada para pangeran, maka hamba tak berhak masuk surga," jawab sang begavan kepada baginda raja.
raja dan para menteri terkejut tetapi senang mendengar pernyataan yang kelihatannya mustahil itu. Sambil berterima kasih dengan rasa hormat, raja kemudian menyerahkan putra-putranya kepada brahmin itu dengan perasaan lega.
Vishnu Sharma membawa ketiga pangeran putera baginda ke asramanya. Disanalah ia memberikan pelajaran dengan bercerita. cerita-cerita yang berisi berbagai macam pengetahuan dan pelajaran itu dibagi dalam lima tantra :
1. Retaknya Persahabatan
2. Mimbina Persahabatan
3. Iktiar dan siasat
4. Kehilangan keberuntungan
5. Ceroboh
Begavan Vishnu Sharma mengatakan bahwa cerita-cerita itu sangat tinggi nilainya, bahkan dapat menjadi penuntun kehidupan di dunia maupun di akhirat. Ia mengatakn :
"seorang yang telah mempelajari nitisastra ini atau bahkan hanya mendengarkan ajaran-ajarannya, tak kan pernah dikalahkan, bahkan sekalipun oleh Indra, Dewa Surga."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar